Monday, July 21, 2014

Everything You Wish

hari ini aku merasa berada di depan sebuah pintu, dan ceritanya aku sedang mengelilingi sebuah bangunan, mencoba untuk membersihkannya, membuatnya nyaman, menghiasnya, dan menjaganya. hingga aku lupa jalan pulang, aku lupa keluar dari bangunan itu. aku terlalu nyaman dengan bangunan itu hingga aku lupa, bangunan itu juga punya perasaan, punya sesuatu yang dia inginkan. dan bukannya dia inginkan tapi aku inginkan. jadi aku terlalu memaksakan semua keinginanku pada bangunan itu.

dan hari ini aku berada di depan sebuah pintu, akhirnya aku berdiri di sebuah pintu, aku hanya bisa memandang pintu itu. aku hanya bisa memandangnya, kalau aku harus memutuskan keluar dari pintu itu, maka aku tak akan pernah kembali, kalau aku diam di depan pintu itu, aku terlanju membuat bangunan itu tak nyaman, aku terlanjur mengecewakannya.

maka aku hanya bisa terdiam. Aku pandangi setiap celah di pintu itu, kadang menengok di belakang, tapi rasa sakit tak bisa disembuhkan, aq terlanjur menyakitinya, kata maafpun tak bisa mengembalikan semuanya,

Aku ingin bangunan itu bahagia, bahagia dengan apa yg dia inginkan, untuk sekarang, aq hanya perlu menunggu, menunggu dy bahagia, menunggu aq memaafkan diriku sendiri, atau melangkah pergi. Aku tak berarti apapun untuknya, aq bahkan tak punya sesuatu yg harus dia cari didiriku, aku bahkan bisa bilang, aq tak pernah berguna untuk siapapun. Tapi dia adalah satu alasan aq bertahan hidup, kalau dia tahu dan membaca ini, aq tahu dia akan marah,

Bangunan itu lebih dr segalanya yg aku punya, tapi kalau aq sudah menyakitinya terlalu banyak... akan lebih baik aq melangkah pergi, keluar dari pintu dan membiarkannya bahagia, walaupun aku hrs kembali hidup tanpa alasan, aku tak mau memaksa, aq juga kini tak mau merasakan perhatiannya, kalau itu akan membuatku menyakitinya, akan lebih baik tak ada perhatian, tak ada satupun kebahagiaan itu, asal aku tak menyakitinya...

No comments:

Post a Comment